Thursday, July 09, 2009

Dan hari ini

Dan hari ini, aku mendengar suaranya yang perlahan, menyentuh kulitnya yang kisut, bercanda dengan dirinya yang tak lagi kenal dunia, dan aku melihat tawanya yang penuh kegetiran.


Dan hari ini, aku seperti menaiki mesin waktu kembali ke masa kecilku.

Cinta kamu, sungguh

U're the best I've ever had
~FeN~

Wednesday, July 08, 2009

Menunggu Hasil

Hari ini cukup spesial bagi saya dan keluarga. Sebelum makan siang, kami menyantap appetizer dan setelah makan siang, kami makan banyak sekali dessert.

Appetizer = menyumbangkan suara dalam Pilpres 2009
Dessert = memantau perkembangan Quick Count di berbagai stasiun televisi

Saya kenyang, kenyang menonton berita, kenyang sekali.

Lalu, bagaimana hasil Quick Count?
SBY BUDIONO MENDAPATKAN SUARA KURANG LEBIH 60%!!!!

Apakah SBY akan memangku kembali jabatan presidennya?
Apakah Pemilu Presiden akan diadakan satu putaran saja?
Apakah kedua calon yang lain tetap akan merealisasikan apa yang mereka katakan dalam Debat Capres putaran terakhir, i.e. Megawati tetap mengabdi dan Jusuf Kalla pulang kampung?
Apakah Indonesia memilih kandidat yang terbaik?
Apakah hidup kita 5 tahun ke depan akan jadi lebih baik?

Mari kita lihat bersama!
Lanjutkan!!!

U're the best I've ever had
~FeN~

P.S.
Satu lagi pertanyaan, apakah prediksi Deddy Corbuzier tepat? Lol.

Pilpres 2009, Saatnya Rakyat Bersuara


8 Juli 2009, satu hari berselang sejak bulan purnama kemarin malam, adalah salah satu hari terpenting dalam sejarah hidup Republik Indonesia. Keberadaan hari ini menentukan apa jadinya negara kita tercinta lima tahun mendatang, sepuluh tahun mendatang, atau mungkin ratusan tahun mendatang.

Pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini dengan sistim pemilihan langsung oleh rakyat. Setiap warga negara mendapatkan hak suara yang sama untuk memilih salah satu dari tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang telah terdaftar. Kali ini adalah kali kedua di mana rakyat memilih langsung pasangan presiden dan calon presidennya setelah pada tahun 2004, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla memenangkan pemilihan putaran ke-2.

Jumlah pemilih yang mencapai seratus lima puluh juta jiwa dan jumlah tempat pemungutan suara yang tak kurang dari lima ratus ribu membuat hari ini menjadi hari yang sangat akbar bagi kita semua. Pesta demokrasi, begitu kata mereka.

Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden telah melalui berbagai tahap yang panjang untuk menampangkan foto mereka di selembar surat suara yang kita 'contreng' hari ini.

  1. Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto (Mega Pro Rakyat)
  2. Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (Lanjutkan) http://ichwankalimasada.wordpress.com/
  3. Jusuf Kalla dan Wiranto (Lebih Cepat Lebih Baik) jk-wiranto-dalam

Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden ini sibuk mencuri hati setiap rakyat Indonesia sejak mereka ditetapkan sebagai capres dan cawapres. Iklan-iklan televisi yang adorable dan impressive, banner-banner yang terpampang di sepanjang jalan raya, kampanye-kampanye dialogis di berbagai kota di Indonesia, kunjungan-kunjungan ke berbagai tempat yang super merakyat, dan jawaban-jawaban yang sungguh diplomatis di lima putaran debat capres cawapres yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Namun, sejak 4 Juli 2009, tak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain berdoa dan berserah, karena dua ratus juta jiwa rakyat Indonesialah yang menentukan nasib mereka selanjutnya: apakah mereka akan menduduki kursi RI 1, ataukah mereka akan dipinggirkan dalam pemerintahan lima tahun mendatang?

Rakyat bisa melihat dengan mata kepala mereka sendiri selama masa kampanye ini, pasangan mana yang tulus mencintai rakyat dan pasangan mana yang hanya mengumbar-umbar janji. Rakyat juga mampu menilai dengan hati nurani mereka sendiri mengenai visi, misi, dan realisasi dari program kerja setiap pasangan. Dan hari ini, rakyat mampu menyuarakan aspirasi mereka. Hidup demokrasi!

Pemilihan Presiden kali ini adalah pemilihan pertama saya dan hingga saat ini, saat di mana matahari sudah hampir merangkak mencapai puncak kepala, saya belum mencelupkan kelingking saya di tinta biru yang mahal itu. Sebentar lagi saya akan ikut berpartisipasi dalam menentukan nasib Indonesia lima tahun mendatang. Doakan saya! *Lol, lebay*

U're the best I've ever had
~FeN~

Friday, July 03, 2009

B.O.R.I.N.G


These two days, really, something has gone wrong I think.


I feel bored, I have no mood to do anything, I keep cursing my days.
Even when I open my eyes in the morning, I start to feel very dull and empty.

I miss writing, I want to write, I think I should write.
But, the problem is just my mood.

I miss hanging out, I want to hang out, I think I should hang out.
But, the problem is just my mood.

I miss to be happy, I want to be happy, I think I should be happy.

OMG, so boring these days.

Someone, save me from this boredom, please.
I'm trapped here.

U're the best I've ever had
~FeN~

Sunday, June 28, 2009

The real unreality


We are in the middle of nowhere, standing on the horizon of reality and virtuality

And maybe, the real world is not for us

Unreality gives us so many things to share
And we just render when the reality comes over

We try to reach the real world so badly, so excitingly
Although it always sends us back to the place where we start the story

Not your fault, not my fault

I try, you try
I fail, you fail

We are tied so tight by the unreal world
We are not able to run away, perhaps

We, and everything between us, I wonder, is it really real?

U're the best I've ever had
~FeN~

Wednesday, June 24, 2009

Miss



I miss Bali!


Have gone there twice and still wait for the third, fourth, and fifth times.

Love the beaches, love the sea foods, love the temples, love the sun, love the excitement, love the passion, love the salty-smelled air, and of course, LOVE THE CLEAR NIGHT SKY!

I miss bathing, I miss sunbathing, I miss parasailing, and of course, I miss STARGAZING there: see the constellation twinkling, listen to the sound of the running water, travel through space and time into my own, really really my own, fabulous world.



Whatever the reason, I just miss Bali!

Happy Balidreaming!

U're the best I've ever had
~FeN~

Monday, June 22, 2009

Derita


Kata orang-orang bijak, pria dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi. Iya, benar, pria memang diciptakan untuk melengkapi, MELENGKAPI PENDERITAAN WANITA!

Sebagai wanita, atau well, calon wanita, saya merasa sangat kesal dengan keadaan ini. Bahkan di usia yang relatif muda seperti saya, sudah banyak wanita yang diinjak-injak, dilecehkan, dikhianati, dibohongi, dan di-segalamacam-i oleh laki-laki.

Saya tidak mau munafik. Saya akui, tidak sedikit skenario terbalik terjadi di dunia ini: wanita yang selingkuh, wanita yang berbohong, wanita yang menginjak-injak. Namun, kasus wanita yang berada di bawah lebih umum terjadi dan tak ada yang bisa wanita lakukan selain meratap-ratap dan menangis.

Beberapa putaran matahari ke belakang, ketika saya sedang sibuk menekan-nekan tombolremote TV, mata saya terpaku kepada sebuah reality show yang sedang membahas masalah egoisme pria dan wanita. Beberapa orang pria dan beberapa orang wanita didatangkan dan mereka saling berdebat, mempertahankan apa yang selama ini mereka pegang sebagai asas dalam hidup mereka.
  • Pria lebih menggunakan otak, wanita lebih menggunakan hati.
  • Pria tidak mampu melaksanakan banyak pekerjaan dalam satu waktu, wanita mempunyai kemampuan multitasking.
  • Pria lebih suka to the point, wanita lebih banyak bicara berputar-putar dan abstrak.

Pria dan wanita berbeda. Iya, memang, sangat berbeda. Dan satu lagi perbedaan pria dan wanita: pria dilahirkan dengan bakat menggombal yang alami.Iya, alami, dan kebanyakan kata-kata gombal itu akan memudar seiring berjalannya waktu.

Ketika si cowok berusaha mendekati seorang cewek, maka sejuta kata-kata pujian rayuan nan gombal akan keluar dari mulut si cowok, membuat cewek itu melayang-layang sampai kepalanya nyaris menabrak plafon. Pujian-pujian yang gencar akan dilemparkan layaknya umpan yang diulur oleh pemancing untuk mendapatkan ikan di lautan. Lalu, setelah si cewek memakan umpan yang disediakan oleh si cowok dan masuk ke dalam jeratnya, intensitas pujian-pujian itu akan berkurang dan lama-lama habis. Ibaratnya ikan, cewek akan dibiarkan menggelepar di dek kapal mencari-cari gelembung air yang menyediakan oksigen bagi insangnya. Setelah si cewek cukup tersiksa tanpa oksigen, pemancing akan melepaskan kail dari mulut si ikan, merobek jaringan-jaringannya, membuatnya berdarah-darah dan cacat dan melemparkannya kembali ke laut bebas. Takperduli lagi akan apa pun.

Kemudian, apa yang akan terjadi?
Paling-paling akan terdengar sebuah backsound.
Kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you, I love you, yang seperti dulu
Tidak mau bohong, walaupun tahu bahwa sekian puluh persen pujian-pujian yang sampai di telinganya adalah kepalsuan, wanita tetap suka digombali. Memang, hati wanita sangat dominan dan itu somehow merugikan.

Saya tidak lebai, saya sudah melihat beberapa kejadian dengan mata kepala saya sendiri, dan saya nyaris meng-overgeneralisasi-kan semua cowok sebagai makhluk yang demikian kejamnya: tak punya hati, hanya suka mempermainkan wanita, tak memikirkan perasaan orang lain, suka berbohong, berpikir bahwa mereka yang paling hebat, sok ngatur.

Buaya #1
Ketika mengejar-ngejar, baiknya bukan main. Sudah pacaran pun, tetap baik setengah mati. Sok-sokan membicarakan masa depan walaupun mereka punya banyak perbedaan yang sebenarnya sulit untuk disatukan. Membuat si cewek berhutang budi banyak sekali. Lalu bosan, memutuskan hubungan tanpa alasan, mengejar-ngejar cewek lain secara brutal. Kembali menghubungi si cewek jika mau minta bantuan. Mau memanfaatkan, sialan.

Buaya #2
Ketika pacaran, cemburuan, sok ngatur. Si cewek hampir dikurung di kandang ayam. Bertengkar sama si cewek hampir setiap hari. Si cewek minta putus, malah meratap-ratap, akhirnya baikan, lalu bertengkar lagi. Akhirnya tetap saja putus karena alasan yang sepertinya dibuat-buat. Kekeuh mau minta balikan, tapi malah mengejar cewek lain yang notabene adalah sahabat si cewek. Maruk, ingin dua-duanya.

Buaya #3
Ketika pacaran baiknya minta ampun. Si cewek jauh sedikit, desperate bukan main. Putus karena nggak rela si cewek kuliah di luar. Nggak mau ngalah, akhirnya si cewek menderita. Hubungan menggantung-gantung. Tetap bilang bahwa cinta, nggak bisa melupakan, tapi keburu dapet cewek duluan. Bohong, lidah tak bertulang.

Buaya #4
Belum pacaran pun gombalnya sudah setengah mampus. Setiap hari ngebaik-baikin si cewek, memberikan ini itu, dari yang abstrak sampai yang riil. Sampai pernah bilang nggak akan pernah meninggalkan si cewek. Si cewek udah cinta, malah pergi. Pergi jauh, sejauh-jauhnya, tanpa bilang apa-apa. Lalu kembali, seolah nggak pernah ada apa-apa di antara mereka. Tinggallah si cewek luka sendiri. Munafik, raja acting.

Saya tahu masih banyak buaya-buaya yang lain di luar sana, yang lebih parah dari empat buaya ini. Namun, empat inilah yang menampakkan diri di hadapan saya, membuat saya melihat sosok kebuayaan mereka dengan mata kepala saya sendiri sehingga sempat membuat saya berpikir untuk hidup tanpa laki-laki karena laki-laki hanya akan melengkapi penderitaan saya, sangat tidak sebanding dengan pujian-pujian dan kejutan-kejutan kecil yang mereka berikan.

Iya, saya sadar, mungkin cowok-cowok yang membaca tulisan saya yang satu ini akan berada pada sisi kontra yang sekontra-kontranya. Namun, inilah keadaan yang saya saksikan dan saya rasakan. Untuk para cowok, bisakah lembar ini kalian jadikan ajang untuk bercermin, melihat dari sisi yang lain? Please, jangan hujat saya karena tulisan ini.

U're the best I've ever had
~FeN~