Saturday, January 24, 2009

Happy Chinese New Year^^

Satu putaran matahari lagi, dan aku akan berada di surga dunia: rumah. Ya, rumah. Aku akan pulang.

Berada di antara makanan-makanan enak, keluarga besar yang hangat, dan bertamu dari satu rumah ke rumah yang lain, I sure will gain weight. Gosh!!!

19 tahun hidupku, tak pernah sekalipun merayakan Chinese New Year tanpa keluarga, Mungkin tahun depan bisa dicoba. =P

Happy Chinese New Year, semuanyaaaaa...
May all of you get a prosperous and joyful year of ox...
^^

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Wednesday, January 21, 2009

I can, but I can't

I can act calm and strong
I can insist to myself that I am unbeatable
I can assure you that I am very stiff

I can still hold my tears from dropping although my legs shiver so much
I can still walk with my head up although my body is buried in burden
I can still smile and laugh with you although I need your shoulder to cry on

I can lie to you

I can lie to this world

I can lie

But
When I heard my mom's voice, worrying me, from the far-far-away land

The barrier I built fell down

My tears dropped down
My smile faded away
My fake dissapeared

I can't lie to you, Mom

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Darah

Semalam insomnia
Pagi ini berdarah-darah

Wondering what will happen this afternoon, this evening, tomorrow, and the day after tomorrow

Not hoping for another blood and pain

Pedih

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Tuesday, January 20, 2009

Rumah

Tak terasa, dalam hitungan hari (dihitung dalam jam, menit, atau detik juga bisa, sih, tapi angkanya gedeeeee abis), saya sudah akan berada di dalam naungan atap yang bukan hanya melindungi saya dari panas dan hujan, tetapi juga melingkupi saya dengan sejuta cinta.

Rasa-rasanya, saya sering sekali pulang ke Indonesia sejak saya kuliah di sini. Kepulangan kali ini adalah kepulangan saya yang kelima dalam waktu satu setengah tahun. Harga tiket yang mahal pun tidak menghentikan saya pulang ketika dahaga akan kehangatan sudah tak tertahankan lagi.

Kalau dipikir-pikir, sayang juga tuh duit. Tapi, tapi, mau bagaimana lagi?


U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Sunday, January 18, 2009

DIARY18012009

Sunday, and I totally wasting my time. And also, my money.

I didn't regret wasting my time today, because it would have been the same case whether I went outside or just stayed inside my little room: I would have still wasted my time. Haha. But, somehow, I regretted wasting my money since one Singapore dollar costs around seven thousand seven hundred Indonesian rupiah. Another reason was the fact that my 'IMF' hadn't supported me with the money required for this semester. So, I should not have bought those YoyoCici accessories!!! But, but, but, it's so CUTE. I couldn't resist the temptation to have it.

It's totally a waste, I regretted it, but another time, I will do the same fault again, I think. My bad, my bad.

Actually, since Chinese new year is approaching, I felt like buying some new dresses for me. But, I have spent too much money since I got back here. I spent around $50 for these two days. Actually, I could have spent $40 more for the OP short and $50 more for Charles&Keith bag. I wanted to have them, but my brain told me to be more concern on my financial condition.

Yeah, I resisted it.

I'm happy I could act wisely, but I am longing to those things. I want some new dresses, I want a new bag, I want a new pair of shoes, I want a new purse, I want watch, I want belt, I want phone, I want Ipod, I want this, I want that, I want everything.

Okay, relax. Forget about your hedonism, Fen.

Hmmp *inhale*
Fiuuuh *exhale*

Talking about today's wasting money session, I went to Jurong Point GV to watch Red Cliff 2. Actually, Red Cliff was the first movie I watched with a to-be-continued text at the end of the film. So, today, i went to watch the second part of the movie,
fulfilling my hunger.

I tell you, you must put this movie into your MUST DO list. Really, you MUST!!! Oh, no, you HAVE TO watch it. The film is about the Han dynasty and three empires inside it. Actually, it's historical with some polishing here and there.

Okay, my request: WATCH IT!!!

Wow, I feel like my post has been out of the topic now. Let's call it a day. I am very lousy today, even don't know what I am writing now.

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Thursday, January 15, 2009

Israel, Palestina, perdamaian

Banyak hal yang tak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Salah satunya, gerhana matahari. Ya, gerhana matahari. Melihat matahari dengan mata telanjang sama saja menyerahkan kedua bola mata ini kepada Sang Pencipta. Saya tidak bisa menjelaskan secara ilmiah karena apa yang sudah saya pelajari saat mengikuti Olimpiade Astronomi telah berpulang ke sisiNya. Pokoknya, jangan lihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Titik. Ga pake kompromi.

Ngomong-ngomong soal gerhana, saya baru ingat, akan ada gerhana matahari pada tanggal 26 Januari 2009 sekitar pukul 3 sampai 5 WIB. Iya, berbahagialah, gerhana itu akan bertepatan dengan tahun baru Imlek. Dan sekali lagi, berbahagialah, orang-orang yang bisa membaca dan mengerti postingan ini dapat menikmati gerhana matahari parsial itu.

Ok, back to the topic. Saya sedang ngga mau membicarakan masalah gerhana matahari. Saya sedang ingin membicarakan hal yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dan ditelan mentah-mentah tanpa dikunyah terlebih dahulu.

Saya, beberapa hari ini, sedang sibuk mencari tau informasi tentang konflik Israel dan Palestina, dan bagi saya, konflik ini tak bisa dilihat dengan mata telanjang karena akan meyebabkan kebutaan hati.

Sebenarnya saya bukan tipikal orang yang memperhatikan dunia dengan sangat seksama. Saya cenderung tak perduli. Perang di Irian Jaya, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. GAM, I don't care. Artis kawin cerai, jadi hiburan aja. Obama jadi presiden, ikut senang sesaat. Dan sudah. Begitu saja. Saya ngga pernah sibuk googling demi satu kejadian besar yang mengguncang dunia.

Namun kali ini berbeda. Saya terdorong untuk mencari tau sebanyak-banyaknya tentang apa yang terjadi antara dua negara yang tumpang tindih ini. Entah kerasukan setan apa saya sampai rela googling berjam-jam untuk menggali lebih dalam tentang konflik tak berkesudahan ini.

Informasi yang saya dapatkan mengungkapkan apa yang terjadi sejak jaman Abraham hingga sekarang. Saya menulis saat ini bukan untuk menceritakan kembali apa yang saya baca. Saya takut salah, karena menyampaikan sejarah adalah suatu tindakan yang sangat riskan, rawan kesalahan. Sekali saja salah, berarti saya sudah menyampaikan kebohongan. Jadi, saya di sini bukan untuk memberi informasi, tapi untuk menyampaikan pendapat saya.

Assumption: Everyone knows what happen.

Saya bukan ahli sejarah, bukan juga ahli politik, bukan juga ahli hukum dan peperangan, jadi sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang merasa tidak setuju dengan pandangan saya.

Ok, menurut saya, konflik Israel dan Palestina ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kenapa tidak? Ya, karena seperti apa yang selalu terjadi saat memainkan permainan bisikan berantai, pesan selalu akan terdistorsi ketika sampai pada si pemain terakhir. Menurut saya, hal ini pula lah yang terjadi pada cerita-cerita yang disampaikan mengenai hal ini. Setelah beratus-ratus abad, apa mungkin cerita yang kita dengar sekarang adalah cerita yang original???

Menurut berbagai sumber yang saya baca, hampir semuanya menyalahkan Israel atas apa yang terjadi saat ini. Wajar saja, karena menurut apa yang kita lihat sekarang, Palestina adalah korbannya dan naluri kita secara spontan akan memilih untuk membela yang lemah. Iya, hasil dari kebanyakan nonton Sailormoon. Jelas, cerita yang sampai ke telinga kita telah mengalami proses penambahan bumbu-bumbu subjektif dan most of the time, subjektifisme (bener ngga, sih?) itu juga merasuk ke dalam syaraf-syaraf kita. Kita akhirnya ikut-ikutan subjektif dan menyalahkan Israel.

Bukan maksud saya membela Israel. Saya juga tidak setuju dengan tindakannya yang main rudal seenak jidatnya. Tapi, apakah apa yang selama ini kita dengar dan baca benar adanya? Itu pertanyaan saya.

Saya selalu percaya bahwa tidak akan ada asap kalau tak ada api. Jadi, di mana validasi dari hukum ketiga Newton yang mengatakan bahwa reaksi ada karena aksi kalau tanpa angin tanpa hujan Israel menyerang negara-negara tetangganya?

Saya berpikir, mungkin kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Israel atas apa yang mereka perbuat hari ini. Namanya manusia, pasti mudah dihasut dan disesatkan. Entah setan yang menggoda Israel berwujud apa, yang jelas mereka kerasukan setan. Setan itulah yang harus bertanggungjawab.

Sekali lagi, kita tidak bisa melihat hal ini dengan mata telanjang. Masih sangat banyak misteri-misteri tersembunyi di balik semua ini, saya yakin. Dan saya juga yakin, yang penting kita tetap berkepala dingin dalam melihat masalah ini. Ngga usah deh berlagak mau ikut-ikutan perang.

They will find their way, sooner or later.

Semua pasti akan jadi indah pada saatnya.

Oh ya, sekali lagi, saya NETRAL.

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Tuesday, January 13, 2009

Mmm... Geje...

Berdiri di depan cermin, melihat diri sendiri, tapi merasa melihat hantu. Rambut tak terurus, lingkaran hitam di sekeliling mata, wajah tak bercahaya.

Baru sadar, wajar saja tak dapat pacar.

Hahahaha.

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

OinkOink 0.O

Halo, I'm Febrina. I'm the business manager officer of Nanyang Technological University School of Civil and Environmental Engineering Club. We will hold a big event called CEE Days and we would like to offer you a sponsorship so that you can participate in this event.

Saya sudah capek ngomong kalimat kompleks nan panjang ini. Sejak pagi tadi, saya sibuk menghubungi kantor demi kantor yang ada di dalam list saya. Tanggapan mereka berbeda-beda. Ada yang langsung menyambungkan saya dengan Marketing Manager-nya, ada yang memberikan alamat e-mail Marketing Manager-nya, ada yang menyuruh saya menunggu sekian lama untuk akhirnya mengatakan kalo si person-in-charge lagi ngga ada di tempat. Ada juga yang tanpa basa basi melempar muka saya sampai ke dasar Singapore River dengan mengatakan dengan ketus, "We are not interested" lalu tut, tut, tut, telepon ditutup.

Huhu. Pusing saya. Mengirim e-mail satu per satu. Banyak yang harus diedit, dan ada beberapa (banyak malah) yang saya lupa edit. Saya lupa menambahkan attachment, salah ini, salah itu. Salah melulu. Akhirnya saya merasa bersalah pada diri sendiri.

Hidup memang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika saya melakukan kesalahan demi kesalahan.


U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Sunday, January 11, 2009

The quotes

I like to move it move it
He likes to move it move it
She likes to move it move it
We like to MOVE IT!!!

I just finished watching 'Madagaskar Escape 2 Africa'. A bit late, I admit, but I don't care. This film is really entertaining. I love it.

Besides, I also quoted some words that I like.

"The good news is we will be landing shortly, but the bad news is this is a crash landing. Thank you for flying with Penguin Airlines."

"Others are white with black stripes, but you are black with white stripes. You are different."

"It's crazy that I have to round the world to find a perfect guy for me, although he's actually next door."

"As long as I'm with her and you two, I don't care where we are."

"I can look in to your eyes, and I know it's you."

And when I typed those quotes, I remembered one sentence that Master Ip Man said while his challenger judged him that he's afraid of his wife. Here's the quote:

"In this world, there's no husband that's afraid of his wife, while there's husband that RESPECT his wife."

Haha. So inspiring. For guys, do bear this in your mind and heart, you must respect your (future) wife. For girls, let's try to find a guy that can respect us wholeheartedly.

Whoaa, my post is going here and there without direction. From Madagaskar to Ip Man. From Africa to China. 

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Saturday, January 10, 2009

FaBUSYlous

After finishing all four Dan Brown's novels, i.e. Angels and Demons, The Da Vinci Code, Digital Fortress, and Deception Point, I was forced to face my real life again. The first week of this semester has gone and tutorials plus lab sessions come. To be honest, I haven't started to touch my lecture notes or tutorial question sheets, I was truly slacking off this week.

Yeah, so many things will come this semester. After Thursday and Friday meeting, I knew that there would be so many things to do before recess.

First, the fact that I will go back to my hometown for celebrating chinese new year requires me to catch up a lot of things I will miss through three days skipping classes. Second, there will be Green Day (My SU programs) on 28th and 29th January 2009, which I will totally skip. I won't be around that day and I started feeling guilty for leaving my responsibility. Then, there will be CEE Days on 5th and 6th February 2009, which needs more than a lot of preparation. All the committee need to find sponsorships, find vendors to rent the space, do this, and do that. And during the preparation, again, I won't be around. And again, I feel guilty.

You think that's all?
NO.

I still have one thing to do, International Games. As the captain of the team, Indonesian team, I need to lead my team to the glory, not really means getting the gold, at least the glory within the team, the solidarity. International Games will be held on 7th, 8th, 14th, and 15th February 2009 and we need to have some training sessions before going down to fight, but I am really sure I will skip some sessions because of the preparation of CEE Days and my CNY holiday.

Oh my God.

Looks like I will be super busy these whole two months. Looks like this week is the last happy and peaceful weekend for me. Looks like I need to catch up a lot. Looks like I will not have time to desperate all the way.

Looks like it's going to be fun. (positive thinking)


U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Wednesday, January 07, 2009

Tujuh Hari... Sebulan Lagi...

Hari ketujuh. Tujuh Januari. Tujuh hari meninggalkan tahun baru. Satu bulan menjelang usiaku yang semakin pantas disebut 'tua'.

Sekolah, atau yang lebih suka mereka sebut 'kuliah', sudah dimulai sejak dua hari yang lalu, tapi saya sama sekali belum merasakan semangat saya yang terpompa untuk mulai mendengarkan dengan baik di dalam kelas. Saya masih terbawa euforia: liburan, natal, tahun baru, emas. Ya, saya masih terbawa euforia saya sendiri.

Euforia saya menjalar ke berbagai tempat, menggerogoti tulang-tulang dan saraf-saraf saya. Saya nyaris mengantuk setiap saat, saya tak ingin beranjak ke mana-mana sepanjang hari, saya susah bangun tidur, pikiran saya melayang-layang di kelas. Intinya hanya satu, saya malas. Iya, malas.

Bahkan menulis di blog pun malas.

Pergantian tahun saya lewati dengan tidur. Ya, setelah mengucapkan selamat tahun baru kepada keluarga, tiba-tiba sambungan terputus. Saya tidur. Awal tahun yang sangat sehat. Tidur, mengisi baterai energi.

1 Januari hanya saya lalui dengan mengikuti training boggle, dimulai sejak jarum jam menunjukkan pukul satu, walaupun saya terlambat, hingga bulan sudah di atas kepala dan display handphone saya menunjukkan pukul sepuluh malam. Awal tahun yang menjanjikan. Penuh kerja keras.

2 dan 3 Januari tak berbeda. Menghabiskan waktu di Function Room Hall 8 untuk memelototi board berisi enam belas dadu berhuruf dan menuliskan kata apa saja yang saya lihat di sana dalam waktu 3 menit. Ya, 3 menit. Tampak seperti orang bodoh memang, tapi tak apa, ada 111 orang bodoh lainnya.

4 Januari. Saya pergi menonton Twilight. Iya, telat memang. Tapi biarlah, yang penting saya menonton, walaupun saya kecewa. Film yang disadur dari buku selalu tak seindah bukunya. Tak bisa menyalahkan si pembuat film memang. Bukan salah mereka kalau mereka harus berlomba dengan imajinasi pembaca yang berbeda-beda. Dan bukan salah merek juga kalau seringkali imajinasi pembaca lebih liar dan indah dibandingkan dengan apa yang dapat mereka buat di depan kamera. Saya kecewa, tapi tak apa. Yang penting satu wishlist lagi bisa berwarna merah.

5 Januari adalah awal sekaligus akhir. Awal dari apa yang disebut kehidupan nyata yang kejam dan akhir dari sebuah mimpi yang melambung-lambungkan hati saya. Saya memulai kembali hari saya yang seperti mengulang tahun-tahun yang terdahulu di North Spine NTU, hidup nomaden dari lecture theatre yang satu ke lecture theatre yang lain, menyambangi komputer demi komputer di berbagai library untuk nge-print lecture notes dan tutorial questions, dan keluar-masuk canteen untuk bertahan hidup. Dejavu. Setiap hari dejavu.

6 Januari. Kegiatan 5 Januari berulang untuk waktu yang berbeda. Saya seolah kembali lagi pada waktu yang tak ingin saya datangi lagi, tapi saya malah terus-menerus kembali. Monoton.

7 Januari, hari ini. Menulis blog di tengah kemalasan yang merajalela merasuki tulang sumsum saya. Saya ngantuk. Tapi hari masih panjang.

Tujuh hari telah terlewati. Saya, kok, merasa saya melewati minggu pertama ini dengan hal-hal yang ngga terlalu berguna, ya? Tidur, makan, membaca ulang Angels and Demons dan Da Vinci Code, tidur, makan, menyusun jadwal pelajaran supaya indah dipandang mata dan tak susah dijalankan, tidur lagi, makan lagi, mengirim e-mail kepada profesor ini dan profesor itu setiap kali ada kesulitan registrasi, lagi-lagi makan, dan lagi-lagi tidur. Useless. Tak bermakna.

Semoga hari esok, esok, dan hari-hari seterusnya bisa lebih baik dan lebih bermakna. Semoga saya jadi lebih bersemangat dan tidak mengantuk terus-terusan. Saya bosan ngantuk terus. Bosan. Bosan.

Next stop:
8 Januari : SEC meeting
9 Januari : Indoscrabblers training
10 Januari : Hall 6 Scrabble and Boggle celebration
11 Januari : Go to Bishan visiting my koko^^
17 Januari : Palembang Gathering
24 Januari : Go back to my hometown
1 Februari : Come back to Singapore


U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments

Saturday, January 03, 2009

Boggle IHG, another new year's present for me

And I got another medal. Yeah, I got another gold. Boggle team did a wonderful job as well as Scrabble team. I am very happy that I pulled out the decision to stay and fight with this group. I didn't give up, I fought, and I won.

Why did I need to give up, maybe you are wondering now.

Honestly, most of the time I thought of quitting playing boggle. I didn't feel comfortable and confident with my three letter words and my ability to find all the words inside the board. I felt like it's just a waste to let me in the team while others could perform better than me. I was just very lousy and no point of taking me in, that's what I thought.

I thought back about this very often these few days. I went to Ko Andri to talk. I tried to make him believe that I was just a lousy player, but he kept supporting me. Then, he tried to teach me. Teach me. From the very beginning. Seeing his effort to support me, I felt like I shouldn't have given up that easily.

I spent my new year's eve and new year by playing boggle. It was very frustating actually, but I didn't know what power kept me standing and fighting there. After the selection test, honestly, I felt my confidence bursting up. I kept telling myself that I was qualified enough. I didn't accidentally be inside the team.

When the day came, I was nervous, very nervous. I still felt like I was lousy, very very lousy. I just won my first match by very little spread. I felt like I won just by luck. I don't know how to describe my feeling that day, but really, I felt like I just took disadvantages for the team.

But, 7 times winning could prevent me a little from thinking that I was lousy. I also won against my opponent in semi, but I was trashed by my opponent in final, the girl from hall 15. Haizzz. The board was very open and really, I couldn't play open board well. She wrote very fast, and I was shaking.

I lost, Nicholas lost. Two had lost. But we had Stifen and Ivy who had won. 2-2. We just had to wait for Sudhansu. All of us shivered. We even could hear our heartbeat. Very fast. Faster than falling in love pairs.

Almost two and a half two and a half.

But, luckily, the guy Sudhansu played against challenged the wrong word. He challenged LOR which was valid. Then, we won. We won by 3-2.

Yeah, I lost, but the team won. Hall six won.
We kan take a sip of our happiness now.
The tears, sweat, and blood has been paid off now.

U're the best I've ever had
~FeN~
Read Comments