~FeN~
Sunday, May 17, 2009
Today
Labels: cintabuatmereka, curahancurahan~~ at 5/17/2009 08:33:00 PM
~FeN~

Saturday, May 16, 2009
Sebuah deskripsi
Labels: cintabuatmereka at 5/16/2009 07:47:00 PM
Dari ambang pintu kecil yang membatasi ruang terang benderang dan sebuah kamar mungil gelap gulita, kulihat ia terbaring dalam rengkuhan kain tipis bercorak batik. Bahkan dalam balutan selimut, aku tahu bahwa tubuhnya kini semakin meringkih. Ia sedang tertidur, tidur begitu dalam, begitu pulas. Hari itu, hanya kulihat punggungnya dan aku pergi.
Lagi, aku kembali. Kali ini kulihat ia duduk di kursi rotan favoritnya. Ia duduk di sana, di ambang pintu perbatasan terang dan gelap. Pandangannya kosong. HIngar bingar ocehan orang-orang di bawah siraman cahaya lampu neon maupun sendu sedih suara hatinya dalam pekatnya kegelapan tak digubrisnya. Ia hanya duduk di sana, dalam kekosongan.
Dan kali ini, ia tidak tidur memunggungiku. Ia duduk menghadapku. Raganya bertemu ragaku face to face, tapi jiwaku sibuk mencari jiwanya yang terselip entah di mana. Tubuhnya benar-benar kurus, tulang dibalut kulit, tanpa daging. Dapat kulihat cetakan tulang-tulang rusuknya di balik bajunya yang kini kelonggaran. Aku berusaha membetulkan bajunya yang melorot di bahu dan aku menyentuh punggungnya yang kurasa begitu fragile, begitu rapuh.
Untuk sesaat kukira aku akan menangis. Aku ingin menyentuh punggung tangannya, menggenggam jemarinya, mengelus bahunya. Namun, aku takut. Aku takut sentuhanku akan menghancurkannya, meremukkan tulang-tulangnya, membuatnya jadi debu yang berserakan di lantai pualam.
Kuajak dia berbicara, tapi ia tak lagi ingat aku. Kutanya ia ini dan itu, tapi jawabannya selalu tak nyambung. Suaranya lirih, seperti hanya bergumam pada diri sendiri. Organ-organ tubuhnya masih bekerja, hanya saja separuh nyawanya seperti telah hilang.
Ingin sekali aku berteriak, menjerit-jerit, menggantikannya meratapi nasib yang mencincang-cincang habis kebahagiaannya. Tak mampu lagi ia melakukan apa-apa. Kini semua aktivitasnya hanya berputar-putar di antara sebuah ranjang yang hampir aus, sebuah kursi rotan di ambang gelap dan terang, dan sebuah kamar mandi berlantai merah marun. Tak bisa lagi ia naik turun tangga sampai lantai empat. Tak mampu lagi ia duduk-duduk menikmati telenovela yang bahkan ia sendiri tak jelas alur ceritanya. Tak kuat lagi ia menyuruhku makan, mandi, dan pergi les tiga puluh menit lebih awal.
Aku, di sini, hanya ingin menangis untuknya.~FeN~
Tuesday, May 12, 2009
Farewell
Labels: curahancurahan~~, sisipuitis at 5/12/2009 11:29:00 PM
Sunday, May 10, 2009
Terimakasih, Mama
Labels: cintabuatmereka, curahancurahan~~ at 5/10/2009 01:39:00 PM
Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masaHanya memberi tak harap kembaliBagai sang surya menyinari dunia
~FeN~
Dua dunia
Labels: curahancurahan~~ at 5/10/2009 01:01:00 PM
~FeN~
Thursday, May 07, 2009
EID DIE
Labels: curahancurahan~~, yangtlahterlewati at 5/07/2009 07:33:00 PM






~FeN~
Tuesday, May 05, 2009
Dulu, kini, dan nanti
Labels: curahancurahan~~, sisipuitis at 5/05/2009 12:44:00 AM

~FeN~
Saturday, May 02, 2009
Laskar Pelangi, sebuah awal untuk jutaan mimpi...
Labels: cintabuatmereka, curahancurahan~~ at 5/02/2009 11:14:00 AM

- Di film ini, Lintang yang berumur 6 tahun sendirian menggenjot sepeda di hari pertama sekolahnya sementara di dalam buku, Lintang yang bau hangus diantar oleh ayahnya yang seorang nelayan.
- Film ini menceritakan kehidupan masa SD Laskar Pelangi, sementara Andrea Hirata menceritakan perjalanan Laskar Pelangi dari SD hingga SMP.
- Seharusnya, jika mengikuti alur dalam buku, Ikal jatuh cinta pada A Ling di masa SMP-nya, sementara Ikal yang baru kelas 6 SD tergila-gila pada A Ling di film ini. Dan hal ini sebenarnya sangat mengganggu bagi saya. Mengapa? Karena tubuh Ikal yang masih sangat kecil dijejerkan dengan A Ling yang sudah mulai remaja. Bisa membayangkan bagaimana perbedaan tubuh cowok dan cewek kelas 6 SD, kan?
- Film ini tidak menceritakan bagaimana Ikal, Mahar, dan teman-teman menjelajahi hutan untuk mencari Flo yang hilang. Tahu-tahu, Flo sudah kembali dan berkeras untuk masuk SD Muhammadiyah Gantong. Seharusnya Flo bergabung dengan Muhammadiyah pada masa SMP, tapi di film ini, Flo yang masih SD sudah bergabung dengan Laskar Pelangi.
- Di film ini, Mahar dan Flo yang masih SD diceritakan sudah tertarik kepada ilmu-ilmu mistis dan menjelajah hutan demi hutan. Hal ini sangat tidak masuk akal bagi saya. Anak SD tergila-gila pada kekuatan supranatural? OMG.
- Dalam Karnaval 17 Agustus, SD Muhammadiyah menampilkan tarian, tapi tarian yang ditampilkan di dalam novel dan divisualisasikan di film berbeda. Di dalam novel, tarian itu adalah tarian suku pedalaman Afrika yang menceritakan pertarungan manusia dan binatang buas, sementara tarian yang saya saksikan di film ini tak seliar yang seharusnya. Menurut saya, scene ini adalah bagian terburuk dari film ini. Saya mengharapkan lebih.
- Seingat saya, novel Laskar Pelangi sama sekali tidak menceritakan Ibu Mus yang ditaksir oleh guru sekolah PN, tapi di film ini, Tora Sudhiro mengejar-ngejar Ibu Mus yang acuh tak acuh. Saya tak menganggap improvisasi ini sebagai sebuah masalah, toh, orang-orang lebih suka bila ada sedikit cinta-cintaan di dalam sebuah film.
- Bapak Harfan diceritakan meninggal di film ini. Namun saya benar-benar tidak ingat, apakah beliau juga meninggal di dalam novel?
- Lintang ditampilkan bertemu buaya dan Bodenga tepat pada hari lomba Cerdas Cermat antar-SD, sementara di dalam novel, kedua scene ini adalah hal yang terpisah satu sama lain.
- Di dalam film, Lintang putus sekolah di saat SD, padahal seharusnya putusnya harapan Lintang untuk bersekolah adalah ketika SMP.
- Ibu Muslimah: Mimpi aku ini bukan jadi istri saudagar, Pak. Mimpi aku jadi guru.
- Mahar: Tenang saja kau, Boi! Puisi yang dibuat orang yang jatuh cinta pasti dahsyat! Jangan malu!
- Bapak Harfan: Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.
- Ikal: Mana Bu Muslimah? Mana kawan-kawan? Sekolah apa ini namanya? Tidak ada guru tidak ada murid.
- Syahdan (atau Trapani, saya tak yakin): Sukamiskin namanya! Penjaranya miskin seperti sekolah kita, tapi kita tetap suka!
- Samson: Yang di pinggir itu otaknya encer macam susu! Belum ketemu saja napasnya! Kalau sudah, sudah habis dilahapnya semua soal itu!
- Ikal: Orang yang selalu berusaha datang lebih pagi sekarang harus jadi yang pergi lebih dulu.
- Laskar Pelangi: LASKAR PELANGI HARUS SEKOLAH!!!
~FeN~
Friday, May 01, 2009
Sebuah jurang untuk sebuah akhir
Labels: curahancurahan~~ at 5/01/2009 07:48:00 PM
~FeN~




