Saturday, August 15, 2009

Untuk sebuah suara


Kala benang tak kasat mata itu menghubungkan kita berdua, jantung ini berdenyut seirama dengan milikmu di seberang sana
"Halo, selamat siang."
"..."

Berjuta kata berkumpul di sudut bibir ini, saling mendorong, memperebutkan giliran untukku berucap dan tunjukkan rasa
"Halo, ini siapa ya? Mau cari siapa?"
"..."

Pergulatan panjang antara kata dan kata tak jua hasilkan untaian-untaian prosa dan puisi indah yang mampu buatmu merekah
"Halo?"
"..."

Akhirnya yang terdengar hanyalah degup jantungku yang semakin cepat seirama dengan milikmu di seberang sana, yang sedang menanti sebuah suara
"..."
"..."

Cklek. Sambungan terputus.

Kebodohanku terulang. Lagi-lagi aku biarkan kau menggunting benang tak kasat mata itu sebelum aku sempat mengucapkan sebuah kata
"Tut, tut, tuuuut."
"Halo?"


U're the best I've ever had
~FeN~

0 thoughts: