
Namun, ada hal baik juga yang kita dapatkan dari kejadian-kejadian ini. Setidaknya, masyarakat Indonesia kembali tergugah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa BATIK adalah milik kita. Corak yang terlupakan ini kembali menghiasi etalase-etalase toko saat kita berjalan-jalan di mall atau pusat perbelanjaan lainnya. Para desainer mulai mengerahkan kemampuan mereka untuk merancang batik modern dan para konsumer mulai merogoh kantong mereka untuk menunjukkan kepada dunia bahwa batik adalah milik INDONESIA!!!

Namun, sebenarnya saya sendiri tidak berpartisipasi dalam event akbar ini. Pertama, saya tidak punya batik. Kedua, saya tak punya waktu pergi membeli batik sebelum 2 Oktober. Ketiga, saya tidak punya rupiah yang cukup untuk membeli batik. Ya, oke, mungkin ketiga alasan itu kelihatan tidak valid, tapi sungguh, saya ingin berpartisipasi, tapi apa daya tangan tak sampai.
Oke, untuk HARI BATIK SEDUNIA tahun depan, saya akan berpartisipasi. Janji.
Indonesia cinta batik. Batik cinta Indonesia.
U're the best I've ever had
~FeN~
0 thoughts:
Post a Comment