Sunday, March 22, 2009

Pemilu 2009, Demokrasi?

Pesta akbar!
Pesta yang mengundang seluruh penduduk Indonesia yang telah menikah atau di atas 17 tahun untuk menghadirinya.
Pesta yang dilaksanakan secarta simultan di 33 provinsi di Indonesia.
Pesta yang menghabiskan rupiah dengan jumlah yang nyaris tak terhingga.
Pesta untuk menyongsong hari depan yang lebih baik bagi negara tercinta.

Pemilihan Umum 2009.

Pemilu akan segera tiba. Hanya tinggal menghitung hari, seluruh rakyat Indonesia yang terdaftar akan memperoleh kesempatan untuk membubuhkan tanda centang pada surat suara mereka. 

Contreng, begitu istilahnya saat ini. Sungguh aneh mendengar kata contreng, asing di telinga saya. Lalu saya bertanya-tanya, apakah kata contreng ada di dalam KBBI? Saya pun masuk ke website ini dan menemukan bahwa kata contreng bukanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sungguh miris, perhelatan akbar yang melibatkan seluruh penduduk negeri ini dihiasi dengan sebuah kata yang bahkan bukan Bahasa Indonesia. Sedih, tapi apa mau dikata, semua orang sudah mengenal kata contreng melalui banner-banner dan iklan-iklan di media massa.

Bahasa Indonesia dirusak oleh petinggi-petinggi bangsa. Kasihan.

Oke, lupakan masalah contreng-mencontreng. Kembali ke Pemilu yang tinggal menghitung hari. Pemilu kali ini dibagi menjadi 2 tahap, yang mana tahap pertamanya adalah Pemilu Legislatif dan tahap keduanya adalah Pemilu Presiden.

9 April nanti, hanya tinggal beberapa kali putaran matahari, masyarakat Indonesia akan mengirimkan suaranya, memberikan kursi kepada para calon yang nantinya akan menduduki kursi DPR yang empuk hingga tertidur. Pemilu tahap kedua pun akan dilaksanakan setelah hasil perolehan kursi diumumkan dan dijadwalkan pada bulan Juli 2009 dengan tanggal yang masih tentatif.

Pemilu 2009 adalah Pemilu saya yang pertama sejak saya dilahirkan di dunia ini. Ya, saya mendapatkan KTP pada tahun 2007 dan pada saat itu presiden yang sekarang masih berada di tengah-tengah masa jabatannya, jadi saya baru mendapat kesempatan untuk membantu Indonesia dengan suara saya di usia saya yang ke-19.

Dulu, ketika saya masih terlalu muda untuk tahu kehidupan yang sesungguhnya, saya kira saya akan sangat antusias pada Pemilu pertama saya kelak. Saya membayangkan berada di dalam bilik suara, memandang kertas suara beserta paku yang disediakan di dalamnya, memasukkan suara saya ke dalam kotak suara, pulang ke rumah dan mendapati jari kelingking saya sudah berwarna hitam. Saya sangat bersemangat, dulu. Itu dulu. Namun ternyata, apa yang saya rasakan saat ini?
I just don't care.
Ya, saya malah cenderung tak mau ambil pusing. Saya tak tahu tanggal berapa Pemilu akan dilaksanakan sebelum saya mendapat surat dari KBRI, saya tak tahu berapa jumlah partai dan partai apa saja yang berpartisipasi dalam Pemilu kali ini, saya tak tahu siapa saja calon presiden dan wakil presiden Indonesia nantinya, I just know nothing.

Hingga tadi siang, sebuah website mengubah orientasi saya akan Pemilu. Website apa? Tentu saja website ini.

Dan ini yang saya temukan.



Jangan bandingkan pencitraan video ini dengan anime-anime Jepang atau kartun-kartun Amerika. Mungkin memang, masih banyak kekurangannya dari segi visualisasi, tapi cobalah tengok lebih dalam, dan temukanlah pesan-pesan mendalam dalam video ini.

Video yang tergolong singkat, tapi sarat makna, dan tentu saja, menohok berbagai pihak. Saya suka cara ia menyindir. Haha.

Yang disampaikan oleh video ini sungguh menggambarkan Indonesia yang sebenar-benarnya. Mari bercermin.
  1. Pemilu ditanggapi dengan tidak antusias oleh masyarakat. Tempat pemungutan suara kosong melompong, ada yang menganggap bilik suara jamban, dan banyak yang memilih 'golput'.
  2. Rapat DPR tidak pernah berjalan dengan baik. Saking empuknya kursi panas di dalam sana, pejabat legislatif selalu ketiduran dari awal hingga akhir rapat. Sebagian tidak tidur, tapi bermain di dalam dunia mereka sendiri di dalam ruang rapat.
  3. Para calon presiden dan wakil presiden bertarung untuk kepentingan mereka sendiri, tanpa memperhatikan rakyat dengan sungguh-sungguh. Berkampanye dengan menghalalkan segala cara, mengumbar janji-janji palsu, membodohi rakyat. Keterlaluan!
  4. Para pejabat pemerintahan selalu berpikir untuk menyalip mereka yang berada di atas dengan segala cara.
  5. Ada oknum-oknum tertentu yang sok suci dan mengharamkan segala hal atas dasar sesuatu yang sebenarnya tidak jelas.
  6. Masyarakat yang terlalu pasrah, tidak mau berusaha, dan malah menyalahkan pemerintah atas hidup mereka yang tak pernah bahagia. 

Satu video yang tak sampai 10 menit mampu menyindir seisi Indonesia. Sekali tepuk, jutaan lalat mati seketika.
Salute!

Mari bangun Indonesia yang lebih baik. Pergunakan hak pilih dengan bijak, dukung pejabat terpilih sepenuh hati, dan percaya bahwa NOTHING IS IMPOSSIBLE!

U're the best I've ever had
~FeN~

3 thoughts:

bowo said...

:)

Valen said...

ak jg kenalny conteng fen. denger contreng ni baru ni la. haha. gud2, kaw kepikiran biso bahas ini.
wow, sip nian videony. hari ni da sempet ngaskus ni. capres sm semua rakyat keno sindir galo. mantap

~'FeN'~ said...

@ len: yap, sip nian videonyo. keren abis. aku baru kepikiran bahas ini gara2 ntn videonyo lah. haha. belajar len, masih b blogwalk. lol.

@ bowo: :) juga deh. hihi.